Pengujian Tanah
Rabu, 08 Desember 2010 11:12

Pengujian Tanah

Di bidang pertanian, pengujian tanah adalah kegiatan analisis sampel tanah untuk menentukan kandungan gizi, komposisi dan karakteristik lain, termasuk zat-zat yang mencemari. Pengujian tanah ini biasanya dilakukan untuk mengukur kesuburan dan untuk menunjukkan kekurangan yang perlu diperbaiki.

Sampling Tanah

Complete Set

Kualitas sampel tanah memainkan peran penting dalam menentukan. Sebagian besar kegiatan-kegiatan laboratorium memberikan hasil dokumentasi yang menjelaskan prosedur yang tepat untuk mengumpulkan contoh tanah.
Laboratorium-laboratorium, seperti yang dimiliki Iowa State dan Colorado State University, menyarankan agar dilakukan proses sampling dengan 10-20 sampel untuk setiap 40 hektar (160.000 m2) dari lapangan. Sampling ini menerapkan bahwa harus sample- sample itu dibersihkan sebelum pengambilan sampel dan juga antar sampel untuk menghindari kontaminasi silang (terutama ketika pengambilan sampel dan pengujian untuk kontaminan tanah). Alat harus bebas dari karat dan dicuci dengan air hasil sterilisasi atau air suling. Termasuk di dalamnya  kegiatan membersihkan alat, tetapi diusahakan tidak menambahkan mineral atau elemen dari air keran biasa atau bahan kimia yang bisa mengubah komposisi tanah.
Bentuk karakteristik tanah dapat bervariasi secara signifikan dari satu tempat ke yang lain, bahkan misalnya di sebuah tempat seperti taman kecil atau lapangan. Pengambilan sampel dapat dilakukan di mana-mana  dan menjadi faktor yang sangat penting untuk mendapatkan pengukuran yang paling akurat dari nutrisi dan organisme lain. Contoh dari hal ini adalah pengambilan sample di sepanjang jalan berkerikil dimana tanah yang bisa memiliki lebih kapur dari debu dari jalan menetap di tanah, atau penggemukan hewan tua tempat fosfor dan nitrogen jumlah dapat lebih tinggi daripada bagian lapangan.
Kedalaman pengambilan sampel juga merupakan faktor penting. Disarankan agar sample diambil dari kedalaman persiapan lahan, karena sebagian besar nutrisi dan elemen ditempatkan dalam proses analisa sampling secara mekanis. Kehadiran berbagai nutrisi dan komponen tanah lainnya bervariasi sepanjang tahun, jadi waktunya sampel juga mungkin penting. Waktu yang baik untuk mengambil sampel untuk pengujian adalah pada musim gugur setelah panen selesai, namun ini bukan satu-satunya waktu itu harus dilakukan.
Sampling dan pengujian pada waktu musim gugur ini lebih menguntungkan karena produsen akan mendapatkan hasil yang nantinya akan digunakan untuk merumuskan rencana proses pemberian pupuk untuk musim tanam berikutnya. Lain waktu  dalam proses sampling dan pengujian dapat dilakukan berikutnya adalah di saat musim semi. Ini adalah cara yang baik untuk melihat  kandungan nutrisi selama musim dingin saat tanah membeku, serta jika ada larut jauh dari pencairan salju dan pencairan tanah. Dengan cara ini produsen dapat mengetahui jika pupuk lebih atau kurang perlu dibeli.
Mencampur tanah dari beberapa lokasi untuk menciptakan sebuah "hasil rata-rata" (atau "hasil komposit") sampel merupakan prosedur umum tetapi harus digunakan secara bijak karena proses artifisial ini bisa membaurkan jumlah / konsentrasi komponen tanah dan tidak mungkin memenuhi persyaratan untuk pengambilan sampel. Membuat peta referensi untuk sistem pengarsipan juga penting sehingga dapat diketahui hasil lengkapnya dan berapa banyak sampel di lapangan. Semua faktor ini juga menentukan hasilnya.

Penyimpanan dan Penanganan

Beberapa karakteristik perubahan tanah berkaitan dengan saat sample tanah itu dianalisanya.  Jika dalam waktu  24 jam pengujian belum dapat dilakukan, maka sample itu harus dibekukan untuk mengurangi  perubahan yang diakibatkan  pleh perubahan struktur biologis dan kimiawinya. Jangka waktu yang lama antara proses sampling dan pengujian mengakibatkan diperlukannya pengeringan sample. Sample tanah tanah yang dikeringkan dengan baik dapat dianggap laik untuk pengujian selama kurun waktu 6 bulan atau lebih.

Testing Tanah

Soil Test KitPengujian Tanah sering dilakukan oleh laboratorium komersial yang menawarkan sebuah hasil  yang luas dari  hasil tes-tes tertentu. Memilih laboratorium uji tanah sama pentingnya dengan mendapatkan hasil tes. Banyak laboratorium pengujian tanah di Amerika Serikat, tetapi untuk menemukan lembaga yang tepat juga harus diperhatikan. Hal ini paling menguntungkan bagi petani adalah jika laboratorium yang paling baik adalah tidak jauh sehingga yang berkepentingan dengan hasil testing itu akan memiliki pengetahuan yang lebih besar dan lebih banyak pengalaman bekerja dengan tanah setempat.

Testing ini  meliputi, walaupun tidak terbatas pada nutrisi utama  yaitu nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), nutrisi sekunder berupa belerang, kalsium, magnesium dan nutrisi minor - besi, mangan, tembaga, seng, boron, molibdenum, aluminium.


Kegiatan pengujian tanah dapat menjadi cara yang mudah dan efektif dalam biaya untuk mengelola tanah secara perhitungan agronomi dan tatanan hortikultura. Ia mengatakan tingkat gizi kunci dan tingkat pH, menjadikan petani dapat membuat pilihan terbaik saat membeli pupuk dan nutrisi lainnya berdasarkan hasil test ini.

Tips

PlantPraktek Berkebun Baik untuk Mengurangi Risiko Tercemar bahan Lead (Timah)

    
1.  Cari lokasi kebun jauh dari tempat-tempat yang bercat dan lokasi jalan yang sering dilalui.
    
2. Tanadi lokasi penanaman untuk tanaman berbuah (tomat, labu, kacang polong, bunga matahari, jagung, dll).
    
3.  Masukkan bahan organik seperti selesai kompos, humus, dan gambut.
    
4. Berikan kapur tanah seperti yang direkomendasikan dengan uji tanah (pH 6,5 untuk meminimalkan kadar timbal).
    
5. Buang daun-daun yang tua dan tempatnya terluar mengkonsumsi sayuran berdaun. Kupas akar tanamannya  dan cuci bersih semua.
    
6. Usahakan tersentuh debu seminimal mungkin dengan memasang  lapisan bermulsa dan atau kadar kelembaban permukaan tanah.

Source : Wikipedia