Publikasi
Perbaikan Daya Saing Produk Pala Maluku Utara
Sabtu, 05 Oktober 2013 00:00

 

Smallholder Nutmeg Orchad at Galela, North Halmahera, North MoluccasSekitar 99% prduksi buah Pala Indonesia ditangani oleh petani kecil. Kebanyakan, mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai cara bertanam dan pasca panen. Hal ini yang menyebabkan pergolakan yang serius dalam hal produktivitas dan kualitas Tidak dapat diperkirakannya jumlah dan kualitas ini menurunkan kepercayaan pembeli. Petani kecil yang menjadi penanam tanaman Pala kadang berada dalam posisi yang tidak menguntungkan, karena mereka kekurangan skala prioritas dann koordinasi yang dibutuhkan dalam hal teknik produksi pertanian modern yang efisien. Untuk alasan yang sama, petani skala kecil ini dalam posisi tawar yang rendah ketika memasarkan hasil panenan mereka. Semua kasus ini mengakibatkan penurunan produksi rempah-rempah secara umum dan untuk produksi Pala Indonesia khususnya. hal inilah yang menjadi perhatian khusus bagi daerah Maluku, yang secara sosial dan ekonomis sangat-sangat rentan dan produk rempah-rempah. Organisasi petani Pala yang efisien diperlukan untuk membalikkan kondisi yang d=tidak menguntungkan ini.

Produk pertanian di pasar internasional dan yang juga bertumbuh di pasar domestik Indonesia harus memenuhi kriteria standar keamaanan dan tracebilitas yang juga bertumbuh. Sebuah contoh penting mengenai keamanan pangan yang berkaitan dengan produk Pala adalah keberadaan zat mycotoxins, yang diperoleh akibat penanganan pasca panen produk yang buruk. Kurang baiknya peranan kelembagaan petani dalam menangani masalah ini mebuatnya mustahil bagi petani Pala untuk memenuhi standar persyaratan keamanan dan tracebilitas pangan. Jawaban atas pemisahan standar produksi dan permintaan pasar adalah pendirian dan perkuataan kelembagaan petani  yang dapat mengimplementasikan standar-standar ini dan pengenalan sistem lot yang terintegrasi bagi kepentingan tracebilitas produk. Dengan sistem ini, persoalan yang berkaitan dengan kualitas dapat dirunut balik dengan cepat dan menjamin bagi pembeli akan kepercayaan mereka terhadap produk sebagi satu kesatuan.

Demgan dukungan dari lembaga-lembaga seperti Cordaid, Horti Chain Centre memberikan hal 'technical assistant' bagi petani di daerah kecamatan Galela, Utara Halmahera, propinsi Maluku Utara. Lebih dari seribu petani telah terdaftar dan diinspeksi secara internal oleh tim dari lembaga Internal Control System. Saat ini mereka telah siap bagi inspeksi dari pihak luar untuk mendapatkan Standar Pertanian Organik Internasional.

 
Training Pertanian Organik : Pembuatan Bahan Nutrisi
Selasa, 23 April 2013 15:05

Oleh Tim HPSP

Sebagai bagian dari kegiatan pelatihan pertanian organik, artikel ini menunjukkan bagaimana dan bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan dalam proses pembuatan

  • Bahan nutrisi dasar
  • Pembanyakan mikroba
  • Pestisida organik
  • Contoh implementasi  : buah Duku (Lansea domesticum)

Informasi selengkapnya dapat dilihat disini

 
Training Pertanian Organik : Natural Farming - Sebuah Executive Summary
Selasa, 23 April 2013 14:55

Oleh DR Cho Han Kyu dan Adri Basa Marajo

Artikel ini disampaikan dalam event 'Pendidikan dan Pelatihan Petani Organik' di desa Peninjauan, Mojokerto,  Jawa Timur, pada tanggal 14 - 15 Maret 2008.

Artikel selengkapnya dapat dilihat disini

 
Permasalahan Gender dalam Hal Value Chains : Tuntunan Manual di dalam Gender Mainstreaming
Selasa, 23 April 2013 14:11

Oleh Dulon G dari Lembaga CEPAC dan CORDAID

Artikel ini membahas soal pengaruh gender (perbedaan jenis kelamin) dalam hal Analisa Value Chains. Di dalam artikel ini terdiri dari

A. Pemadangan Umum

B. Sekilas soal Gender dala hal Value Chains

C. Soal Gender dalam Lembaga yang menjalankan program yang dimaksud (LED Programmes)

D. Ihwal Tools dan Tuntunan dalam Hal Gender

For further information, click here (Versi Bahasa Inggris)

 
Ihwal Critical Control Point
Selasa, 23 April 2013 13:57

Oleh lembaga HACCP dan World Bank

Di dalam artikel ini, terkandung informasi mengenai

  1. Determinasi Control Point
  2. Review Potensi Bahaya atau Hazard
  3. Pertanyaan DI Seputar Tindakan yang Diambil
  4. Contoh Pertanyaan yang DIsampaikan

Informasi selengkapnya, dapat dilihat disini

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

Page 1 dari 13